Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2020

Pembelajaran Daring kelas X TKJ/MM

 Assalamualaikum  Berdasarkan pembelajaran daring yang berjalan pada beberapa wakktu ini saya membuat wadah untuk siswa kelas X TKJ/MM untuk meng unggah hasil tugas pada laman berikut dengan ketentuan yang telah kami tentukan. silakan anda untuk mengunjungi Link berikut untuk melakukan pengumupulan tugas  dan mereview Power Point yang saya sampaikan tadi  Untuk Pengumpulan Tugas   Untuk siswa kelas X Teknik Komputer dan jaringan dan Multimedia silakan mengumpulkan tugas pada link dibawah ini sesuai dengan link yang sudah saya bagikan  Disini  Silakan klik tulisan Disini yang mana pun akan berpindah ke form pengumpulan tugas  Terima ksaih 

Putri Salju dan 7 kurcaci

  Pada zaman dahulu, ada seorang Ratu yang melahirkan seorang putri cantik dengan pipi merah, kulit putih dan rambutnya hitam lebat. Bayi itu diberi nama Putri Salju. Namun sungguh malang nasib Putri Salju, ibunya tidak dapat menemani lebih lama di dunia ini. Sang Ratu meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi. Ratu baru ini cantik, namanya Ratu Elvira, tetapi sifatnya penuh iri dan dengki. Hanya mementingkan dirinya sendiri. Ratu Elvira mempunyai sebuah benda ajaib yang paling disayanginya yaitu sebuah cermin ajaib. Setiap hari ia bertanya kepada cerminnya, “Cermin kaca benggala, siapa wanita yang tercantik di dunia?” “Ooo, Ratu, engkaulah wanita paling cantik di dunia!” jawab cermin ajaib itu. Tetapi, Putri Salju semakin hari semakin besar dan setiap hari menjadi semakin cantik. Pada suatu hari, sang Ratu lagi-lagi bertanya kepada cermin ajaibnya, “Cermin kaca benggala, siapa wanita yang tercantik di dunia?” Kali ini cermin ajaib memberi jawaban lain, “Ooo, Ratu, Putri S

Aladin dan Lampu Ajaib

  Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh, Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, jika tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. “Kraak…” tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua. Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. “Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu”, seru si penyihir. “Tidak, aku takut turun ke sana”, jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. “
  Di sebuah kerajaan, tinggalah seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya “Cinderella”. Cinderella artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. “Nama yang cocok buatmu!” kata mereka. Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. “Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira”, kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderella mulai berdandan dengan gembira. Cinderella sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. “Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?”, kata kakak Cinderella. S

Kisah pangeran Kodok

  Pada jaman dahulu kala, ketika saat itu dengan mengharapkan sesuatu, hal itu dapat terwujud, ada seorang Raja yang mempunyai putri-putri yang sangat cantik jelita, dan putrinya yang termuda begitu cantiknya sehingga matahari sendiri yang melihat kecantikan putri termuda itu menjadi ragu-ragu untuk bersinar. Di dekat istana tersebut terletak hutan kayu yang gelap dan rimbun, dan di hutan tersebut, di bawah sebuah pohon tua yang mempunyai daun-daun berbentuk hati, terletak sebuah sumur; dan ketika cuaca panas, putri Raja yang termuda sering ke hutan tersebut untuk duduk di tepi sumur yang dingin, dan jika waktu terasa panjang dan membosankan, dia akan mengeluarkan bola yang terbuat dari emas, melemparkannya ke atas dan menangkapnya kembali, hal ini menjadi hiburan putri raja untuk melewatkan waktu. Suatu ketika, bola emas itu dimainkan dan dilempar-lemparkan keatas, bola emas itu tergelincir dari tangan putri Raja dan terjatuh di tanah dekat sumur lalu terguling masuk ke dalam sumur te

Kisah Enam Serdadu

  Pada suatu masa ada seorang pria yang hebat, dia telah membaktikan diri pada negara dalam perang, dan mempunyai keberanian yang luar biasa, tetapi pada akhirnya dia dipecat tanpa alasan apapun dan hanya memiliki 3 keping uang logam sebagai hartanya. “Saya tidak akan diam saja melihat hal ini,” katanya; “tunggu hingga saya menemukan orang yang tepat untuk membantu saya, dan raja harus memberikan semua harta dari negaranya sebelum masalah saya dengan dia selesai.” Kemudian, dengan penuh kemarahan, dia masuk ke dalam hutan, dan melihat satu orang berdiri disana mencabuti enam buah pohon seolah-olah pohon itu adalah tangkai-tangkai jagung. Dan dia berkata kepada orang itu, “Maukah kamu menjadi orangku, dan ikut dengan saya?” “Baiklah,” jawab orang itu; “Saya harus membawa pulang sedikit kayu-kayu ini terlebih kerumah ayah dan ibuku.” Dan mengambil satu persatu pohon tersebut, dan menggabungkannya dengan 5 pohon yang lain dan memanggulnya di pundak, dia lalu berangkat pergi; seger

Cinderella dan Sepatu Kaca

  Dahulu kala, tinggallah seorang gadis cantik bersama 2 orang kakak dan Ibu tirinya. Sejak ayah kandungnya meninggal, ia diperlakukan seperti seorang pembantu. Dipaksa untuk menuruti segala permintaan ibu dan kedua kakak tirinya. Meskipun begitu, Cinderella tetaplah seorang gadis yang baik hati, ia tetap menyayangi kedua kakak dan ibu tirinya. Suatu hari istana akan mengadakan pesta dansa. Undangan pun disebar hingga ke pelosok desa. Pesta dansa ini bertujuan untuk mencari gadis yang akan menjadi permaisuri pangeran. Mendengar kabar gembira itu, kedua kakak tiri Cinderella sangat bahagia. “ibu, tolong pilihkan aku gaun yang paling cantik untuk menghadiri pesta dansa di istana malam nanti” ujar kakak sulung. “aku juga bu, belikan aku gaun yang baru. Aku tak ingin pangeran kecewa saat berdansa denganku” timpal kakak kedua. Mendengar puterinya berceloteh ria, ibu menjawab “tentu saja, ibu akan memilihkan baju yang bagus untuk pesta nanti malam”. Cinderella yang sedang menyapu terlihat

Asal Muasal Kantung Tupai

Suatu malam, Induk tupai sedang bermain dengan anak-anaknya. Tiba-tiba, datang kelelawar besar dan menculik anak-anak tupai. Kelelawar membawa anak-anak tupai ke sarang mereka di gua. Induk tupai menangis sedih. Saat itu, serigala yang kebetulan lewat mendengar tangisan Induk tupai. cerita dongeng Asal Muasal Kantung Tupai cerita dongeng “Ada apa, Ibu Tupai?” tanya serigala. “Kelelawar telah menculik anakku,” kata induk tupai. “Aku akan menyelamatkan anakmu,” kata serigala yang merasa kasihan kepada induk tupai. Induk tupai menunjukkan gua sarang kelelawar. Serigala pun masuk ke gua itu. Tidak lama, ia keluar lagi sambil berlari. Tubuhnya penuh bekas gigitan kelelawar. “Maafkan aku, Ibu Tupai. Aku tidak mampu menyelamatkan anak-anakmu,” kata serigala. Menangis lah Induk tupai lagi karena sedih. Saat itu, kelinci mendengar tangisan induk tupai. Akhirnya, ia menghampiri induk tupai. “Aku akan menyelamatkan anakmu,” kata kelinci setelah mendengar cerita induk tupai. Kelinci pun masuk ke s

Iri Hati Sang merpati

 Seharian ini, Merpati iri hati pada Tekukur. Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. “Pemilikku lebih sayang Tekukur,” batin Merpati sambil memperhatikan sang pemilik yang lebih banyak memberikan jagung di tempat makan Tekukur. Merpati pun sedih.ingin rasanya ia kabur dari sangkar. Tapi ia tak mau melakukannya, karena esok ada perlombaan balap Merpati yang harus diikuti. Ia pun bertekad memenangi perlombaan agar bisa membanggakan pemiliknya.  Tiba-tiba, Merpati mendengar suara di kebun mentimun di belakang rumah. Ia melihat Kancil yang hendak mengambil buah mentimun. “Kancil…” panggil Merpati. Kancil terkejut dipergoki Merpati. “Maaf, aku lapar. Nanti aku bawa bijinya sebgai ganti,” kata Kancil pelan. “Bukan itu, aku butuh saranmu,” kata Merpati. Kancil lalu mendekati sangkar Merpati. Merpati menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya. Dengan seksama Kancil mendengarkan keluh kesah Merp